INDOZONE.ID – Bulu kucing merupakan salah bagian tubuh kucing yang cukup krusial. Tanpa bulu, kucing akan kedinginan, tampak kurus, dan seperti tak terawat. Bulu pada kucing berfungsi untuk melindungi diri, pengatur suhu tubuh, memberikan warna khas, menumpahkan air jika terkena air, melindungi tubuh dari radiasi matahari dan air hujan, melindungi kulit, alat sensor, kehangatan tubuh, mencegah infeksi, serta sebagai tempat keratin dan protein.Berikut adalah cara-cara yang bisa kita lakukan untuk menghindari rontoknya bulu pada kucing. Yuk langsung aja kita bahas. 1. Memandikan Kucing Secara Rutin Untuk menjaga kebersihan kucing adalah dengan cara memandikan kucing secara rutin. Berdasarkan keterangan yang diunggah oleh National Cat Groomers of America, kucing perlu dimandikan setidaknya dalam kurun waktu 4-6 pekan sekali. Agar kucing tidak kedinginan, pastikan kucing dimandikan di saat lingkungan masih dalam keadaan hangat, yaitu sekitar jam 10.00-16.00. 2. Rutin Menyisir Bulu Kucing Selain mencegah kerontokan rambut, menyisir bulu kucing diketahui dapat membantu untuk menyingkirkan kotoran, bulu mati, serpihan kulit, kutu, dan minyak.Tidak hanya itu, menyisir bulu kucing juga dapat melancarkan sirkulasi darah serta memperbaiki kondisi kulit secara keseluruhan. Aktivitas menyisir rambut ini dilakukan setidaknya satu atau dua kali dalam sepekan untuk menjaga kesehatan kucing, termasuk mencegah rontoknya rambut.Pada kucing yang sudah berumur, mereka pada umumnya tidak dapat merawat diri mereka sendiri dengan cermat. Oleh karena itu, mereka sangat terbantu apabila kita menyisirkan rambutnya. 3. Memastikan Tidak Mengalami Dehidrasi Air merupakan kebutuhan setiap makhluk hidup, termasuk kucing. Sama halnya dengan manusia, jika kucing kurang asupan air putih, kucing bisa saja mengalami dehidrasi.Sama halnya dengan manusia, jika kucing mengalami dehidrasi, maka sebagian fungsi tubuhnya akan terganggu.Salah satu bagian tubuh yang terganggu adalah kulit kucing. Tidak hanya itu, bulu kucing bisa mengalami kekeringan dan rontok.Jadi, agar kucing kalian tidak mengalami kerontokan rambut, pastikan bahwa kucing kalian minum air yang cukup. 4. Menyesuaikan Pola Makan Pola makan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan makhluk hidup, tidak terkecuali kesehatan kucing.Pasalnya melalui makananlah kucing mendapatkan asupan-asupan nutrisi untuk tubuhnya. Begitu pula kondisi bulu pada kucing juga dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi oleh kucing. Makanan yang kaya protein merupakan makanan yang sangat penting untuk dikonsumsi kucing.Perlu diketahui bahwa protein merupakan nutrisi utama dalam pembentukan rambut. Oleh karena itu, makanan yang kaya akan protein sangat penting bagi kucing karena dapat menjaga kesehatan bulu.Pemilik perusahaan Bridge PetCare, Jerry Xu menjelaskan, makanan kucing produksinya menggunakan teknologi “freeze dried” melalui proses pembekuan daging asli di suhu -380C selama 26 jam. “Dengan hadirnya NatureBridge Daily Care kami berharap para pet owner dan hewan kesayangannya dapat hidup lebih sehat, bahagia, dan menua bersama,” ungkap Jerry Xu saat ditemui di Jakarta, Kamis (25/7/2024). (Sumber: https://life.indozone.id/news/434907981/bulu-kucing-peliharaan-rontok-dan-alami-sulit-buang-air-kecil-ini-solusinya)
Sebagai pemilik hewan peliharaan, kita tentu ingin membagikan apa yang kita makan kepada anjing atau kucing kesayangan. Tapi hati-hati — tidak semua makanan manusia aman untuk hewan peliharaan. Beberapa justru bisa sangat beracun dan berpotensi fatal. Berikut ini daftar makanan yang paling berbahaya untuk anjing dan kucing, lengkap dengan penjelasannya. 1. Cokelat Mengandung theobromine dan kafein yang bisa menyebabkan keracunan pada anjing dan kucing. Gejala: * Gelisah * Muntah * Detak jantung meningkat * Kejang Catatan: Semakin gelap cokelatnya, semakin tinggi toksisitasnya. 2. Bawang Merah dan Bawang Putih Mengandung zat yang dapat merusak sel darah merah, menyebabkan anemia. Termasuk: * Bawang bombay * Bawang merah/putih * Bawang goreng * Bubuk bawang (di snack atau makanan instan) 3. Anggur dan Kismis Bisa menyebabkan gagal ginjal akut pada anjing (dan juga berisiko untuk kucing). Gejala: * Muntah * Lemas * Tidak nafsu makan * Produksi urin berkurang 4. Tulang yang Sudah Dimasak Tulang matang mudah pecah dan bisa menyebabkan tersedak atau melukai saluran pencernaan. Alternatif: Berikan tulang mentah khusus hewan (setelah berkonsultasi dengan dokter hewan) atau mainan kunyah yang aman. 5. Produk Susu Banyak hewan peliharaan tidak bisa mencerna laktosa, yang bisa menyebabkan diare dan masalah pencernaan lainnya. Catatan: Kucing dewasa bukan peminum susu secara alami. Hindari memberi susu sapi kecuali produk khusus hewan. Alternatif Camilan Sehat: * Potongan wortel atau apel (tanpa biji) * Potongan daging matang tanpa bumbu * Treat khusus hewan dari toko hewan terpercaya * Yogurt tanpa gula & laktosa (dalam jumlah kecil, hanya jika cocok) Kesimpulan Kadang niat baik bisa berujung bahaya jika kita tidak tahu apa yang aman untuk hewan peliharaan kita. Selalu cek dulu sebelum memberikan makanan dari meja makan ke anjing atau kucing kesayanganmu. Kalau mereka menunjukkan gejala aneh setelah makan sesuatu, segera hubungi dokter hewan.Maka dari itu, NatureBridge juga memiliki varian Veterinary Exclusive Wetfood dan juga Dry food yang bisa menjadi makanan pendamping anabul ketika anabul dalam masa pemulihan setelah sakit. NatureBridge Veterinary Exclusive dapat di dapatkan di klinik hewan terdekat setelah berkonsultasi dengan dokter hewan.
Saat dokter hewan mengatakan anjing atau kucing Anda perlu menurunkan berat badan, insting pertama Anda mungkin adalah mengurangi makanan atau mencoba "formula diet" dari toko hewan peliharaan. Namun, penurunan berat badan pada hewan peliharaan tidak semudah mengurangi pemberian makanan — ini tentang memilih nutrisi yang tepat dalam jumlah yang tepat untuk kebutuhan mereka. Makanan hewan peliharaan untuk manajemen berat badan diformulasikan secara khusus dengan kalori yang lebih rendah, serat yang lebih tinggi, dan sering kali ditambahkan L-karnitin untuk mendukung metabolisme lemak. Diet ini membantu hewan peliharaan Anda merasa kenyang sambil tetap menurunkan berat badan dengan kecepatan yang sehat. Namun, tidak semua makanan "ringan" atau "pengendali berat badan" sama — beberapa mungkin masih mengandung bahan pengisi atau karbohidrat berlebih yang tidak membantu dalam jangka panjang. Sebelum melakukan perubahan, bicarakan dengan dokter hewan Anda. Mereka dapat merekomendasikan formula yang disetujui dokter hewan berdasarkan usia, ras, dan riwayat medis hewan peliharaan Anda. Dalam beberapa kasus, diet penurunan berat badan dengan resep dokter mungkin lebih efektif, terutama untuk hewan peliharaan dengan kondisi terkait obesitas seperti diabetes atau radang sendi. Transisi ke makanan baru harus selalu bertahap — selama 7 hingga 10 hari — untuk menghindari gangguan pencernaan. Campurkan sedikit makanan baru dengan yang lama, tingkatkan secara bertahap. Dan ingat, makanan hanyalah sebagian dari persamaan — olahraga teratur dan membatasi camilan sama pentingnya dalam perjalanan penurunan berat badan hewan peliharaan Anda. Tips Saat Memulai Diet Penurunan Berat Badan: - Selalu periksa kandungan kalori per cangkir/kaleng — bervariasi tergantung mereknya. - Gunakan camilan dari makanan utama mereka (kibble sebagai hadiah). - Hindari sisa makanan — ini dapat menggagalkan penurunan berat badan dengan cepat. - Buat catatan pemberian makan harian agar tetap konsisten. - Periksa ulang berat badan dan kondisi tubuh setiap 4–6 minggu dengan dokter hewan Anda. Kesimpulan: Perubahan Sehat Dimulai dengan Bahan Bakar yang Tepat Membantu hewan peliharaan Anda menurunkan berat badan bukan tentang kelaparan — ini tentang pilihan yang lebih cerdas. Dengan diet penurunan berat badan yang tepat, anjing atau kucing Anda dapat menurunkan berat badan dengan aman, tetap berenergi, dan menghindari risiko kesehatan yang serius. Jika ragu, konsultasikan dengan dokter hewan dan jangan terburu-buru — proses yang lambat dan pasti akan membuahkan hasil. Selain diperiksakan pada dokter, kita juga perlu untuk menjadi pet owner yang pintar dalam memilih pakan sehari-hari untuk anabul kita tercinta. Pakan sehari-hari yang memiliki protein tinggi, menjadi salah satu kunci untuk diet anabul yang bagus. Karena protein bisa menjadi sumber tenaga utama tanpa, menyumbang kalori berlebih seperti pada karbohidrat atau sumber kalori lainya. NatureBridde Lohas untuk kucing dan anjing cocok menjadi pakan sehari-hari yang tinggi protein namun bisa menjadi pakan diet yang tepat. Ingat, diet pada anabul, bukan berarti membuat anabul kelaparan ya! Dapatkan NatureBridge Lohas eksklusif di official store Nature Bridge Indonesia atau di official store CPPETINDO.